This is the default dialog which is useful for displaying information. The dialog window can be moved, resized and closed with the 'x' icon.

Dinamika Harga Daging Sapi di Indonesia

Penulis: Sahara - Kepala Departemen Ilmu Ekonomi IPB - Minggu, 24 Januari 2021 | 08:56 WIB

Setelah harga kedelai meroket, kini giliran daging sapi  yang melonjak. Kenaikan harga daging sapi tersebut menuai protes dari para pedagang yang diekspresikan dalam bentuk aksi mogok berdagang daging sapi. Pedagang menyatakan bahwa harga daging sapi yang melambung tinggi, sementara permintaan pasar yang sedang lesu menyebabkan keuntungan yang mereka peroleh semakin menipis.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ketergantungan Indonesia terhadap daging sapi impor sangat tinggi yang ditunjukkan dengan impor daging sapi di atas 200 ribu ton per tahun. Sebagai contoh, pada tahun 2021 ini saja pemerintah telah berencana untuk melakukan impor daging sapi sebesar 298 ribu ton (https://www.kompas.tv/article/140034/ri-akan-impor-daging-sapi-298-000-ton-di-2021?page=all).  Mengingat jumlah impor yang sangat tinggi tersebut tidaklah mengherankan jika guncangan yang terjadi di negara-negara produsen sapi dunia pasti akan berpengaruh terhadap harga daging sapi di Indonesia.

Penulis mencatat, setidaknya terdapat empat faktor utama penyebab kenaikan harga daging sapi di Indonesia, yaitu pandemi Covid-19, kondisi cuaca, perubahan nilai tukar (exchange rate), dan terbatasnya produksi dalam negeri.

SELENGKAPNYA

Artikel di atas sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis seperti tertera dan tidak menjadi bagian tanggungjawab dari redaksi sariagri.id. Baca term and condition