This is the default dialog which is useful for displaying information. The dialog window can be moved, resized and closed with the 'x' icon.

Kerjasama Antar Wilayah Untuk Pengendalian Inflasi Volatile Food

Penulis: Dr. Sahara - Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, FEM IPB dan Associate Professor Adelaide University, Australia - Selasa, 5 Juli 2022 | 17:05 WIB

Ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina memberikan guncangan terhadap rantai pasok global pada komoditas-komoditas penting di dunia terutama pada komoditas energi dan pangan. Gangguan rantai pasok tersebut kemudian diikuti dengan meluasnya kebijakan proteksionisme oleh berbagai negara sehingga berdampak terhadap peningkatan inflasi di tingkat global termasuk Indonesia.

Bank Indonesia (BI) sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap pengendalian inflasi di Indonesia telah menempuh berbagai langkah sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi yang disebabkan oleh berbagi tekanan eksternal tersebut. Berbagai upaya yang dilakukan oleh BI untuk menghadapi tekanan inflasi tersebut diantaranya dengan memperkuat nilai tukar rupiah guna menjaga stabilitas nilai tukar dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah serta instansi terkait melalui Tim Pengendalian Inflasi (TPIP dan TPID).

Pengendalian inflasi juga difokuskan pada komponen volatile foods. Berdasarkan data Bank Indonesia pada bulan Juni 2022, inflasi inti tercatat 0,19% (mtm) atau mengalami penurunan dibandingkan dengan inflasi Mei 2022 yang sebesar 0,23% (mtm).

SELENGKAPNYA

Artikel di atas sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis seperti tertera dan tidak menjadi bagian tanggungjawab dari redaksi sariagri.id. Baca term and condition