This is the default dialog which is useful for displaying information. The dialog window can be moved, resized and closed with the 'x' icon.

Memangkas Rantai Pasok Minyak Goreng

Penulis: Budi Wibowo, S.ST.,M.Si - Statistisi Ahli Muda pada BPS Provinsi Kalimantan Tengah - Senin, 9 Mei 2022 | 01:31 WIB

Belum lama ini isu kelangkaan minyak goreng menjadi sorotan media yang tiada habisnya. Seirama dengan isu kelangkaan, isu mahalnya harga minyak goreng pun mengemuka. Bahkan harga minyak goreng sempat menyentuh harga 25 ribu lebih per liternya. Situs globalproductprices.com menyebut harga minyak goreng di Indonesia pada Maret 2022 berada di urutan ke-24 termahal di dunia. Tentu ini merupakan tanya besar, mengingat Indonesia merupakan pemasok terbesar kebutuhan minyak goreng di dunia. Bagaimana mungkin produsen minyak goreng sampai kekurangan pasokan minyak goreng di negeri sendiri?

Presiden Jokowi terang-terangan menyebut penyebab kisruhnya masalah ini karena adanya keterlibatan mafia minyak goreng. Rupanya, kenaikan harga dunia untuk komoditas Crude Palm Oil (CPO), bahan dasar minyak goreng, yang melambung tinggi menarik perhatian banyak mata. Populernya pemanfaatan minyak kelapa sawit untuk biodiesel serta kebijakan wajib pasok kebutuhan domestik (DMO) di Indonesia disebut sebagai penyebab permasalahan ini. Kebijakan DMO tersebut rupanya menimbulkan kekhawatiran dunia akan pasokan komoditas ini, sehingga negara-negara di dunia ramai-ramai memborong CPO. Karena permintaan dunia yang deras inilah harga CPO dunia melambung tinggi. Kenaikan harga ini dimanfaatkan para mafia untuk menimbun dan mengekspor CPO ke pasar dunia untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Dampaknya kebutuhan CPO di negeri sendiri menjadi tidak tercukupi. Dari catatan Dirjen Bea Cukai yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Minyak dan Lemak Hewani/Nabati, didalamnya didominasi CPO dan turunannya, selama Maret 2022 naik 27,10 persen dibanding Februari 2022.

SELENGKAPNYA

Artikel di atas sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis seperti tertera dan tidak menjadi bagian tanggungjawab dari redaksi sariagri.id. Baca term and condition