This is the default dialog which is useful for displaying information. The dialog window can be moved, resized and closed with the 'x' icon.

Asa Baru Nelayan Selat Malaka

Penulis: Saiful Umam - Pengawas Perikanan Ahli Madya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI - Senin, 9 Mei 2022 | 01:13 WIB

Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk dan terpadat dunia yang menghubungkan antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, keberadaanya bukan hanya sebagai jalur perdagangan dunia namun memiliki posisi strategis yaitu kurang lebih 100.000 kapal setiap harinya atau hampir 50% perdagangan dunia melintasi selat Malaka dengan potensi bisnis mencapai $ 435 Milyar.

Secara geografis perairannya berbatasan dengan tiga negara yaitu Indonesia, Singapura dan Malaysia atau dikenal dengan julukan lain yaitu triangle growth Sijori (Singapura, Johor, Riau) atau jalan sutera (silk road), dalam pengelolaan perikanan Selat Malaka berada di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPPNRI) 571 yaitu Selat Malaka dan Laut Andaman dengan potensi perikanan mencapai 591 Ton/tahun (KKP, 2022) dengan status pemanfaatanya masih belum maksimal.

SELENGKAPNYA

Artikel di atas sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis seperti tertera dan tidak menjadi bagian tanggungjawab dari redaksi sariagri.id. Baca term and condition